Pamukkale.ioJelajahi

Tripolis: kota Romawi di tepi Sungai Menderes yang nyaris tanpa orang

Setengah jam dari Pamukkale, dekat Buldan, sebuah kota besar Romawi dan Bizantium terhampar di atas Sungai Menderes: stadion, gedung dewan, gereja-gereja berlukis, dan pasar beratap yang langka, dan biasanya benar-benar tanpa keramaian.

Diperbarui

Tripolis: kota Romawi di tepi Sungai Menderes yang nyaris tanpa orang

Ada reruntuhan yang membuatmu mengantre. Tripolis justru membuatmu bertanya-tanya ke mana semua orang pergi. Setengah jam ke arah barat laut dari Pamukkale, di tepi utara Sungai Menderes dekat kota Buldan, satu kota Romawi utuh terhampar di antara ladang-ladang, dan di sebagian besar hari kamu akan menyusurinya nyaris tanpa orang lain. Kalau Pamukkale dan Hierapolis di dekatnya menarik lebih dari satu juta pengunjung setahun, Tripolis tetap sunyi, sebuah ekskavasi aktif yang kebanyakan pelancong lewati begitu saja tanpa tahu ia ada di sana.

Apa yang akan kamu temukan

Tripolis dulu menjadi kaya berkat jalur dagang di Lembah Menderes, dan reruntuhannya masih memperlihatkan itu. Situs ini sedang digali, dan setiap musim menyingkap sedikit demi sedikit lagi.

  • Sebuah stadion, panjang dan sempit, tempat kota ini dulu menggelar pertandingan dan pertemuannya.
  • Sebuah bouleuterion, gedung dewan dari batu tempat urusan kota diperdebatkan.
  • Gereja-gereja awal Bizantium, sebagian masih menyimpan jejak lukisan dinding (fresko) berwarna.
  • Sebuah pasar beratap yang terjaga luar biasa baik, jenis jalan pasar bertutup yang jarang bertahan di mana pun di Mediterania kuno.

Sebuah jalan berpilar membelah jantung kota, pilar-pilarnya masih berdiri di sepanjang jalan tua, dengan bukit-bukit lembah di latar belakang. Ini adalah lanskap yang sama dengan Laodikeia di seberang dataran, sisi manusiawi dan bersejarah dari negeri yang geologinya kamu jumpai di teras-teras putih.

Cara ke sana dan apa yang bisa diharapkan

Tripolis berada di sisi jalan dari Denizli menuju Buldan, sekitar 20 km dari Pamukkale dan 41 km dari Denizli, tepat di sebelah timur desa Yenicekent. Dengan mobil sendiri, perjalanannya cuma 30 menit yang mudah, dan tempat ini pas dipadukan dengan hari yang lebih panjang menuju Buldan atau jalur anggur Çal.

Datanglah dengan persiapan, karena situs ini menyegarkan justru karena belum tergarap. Tidak ada kafe, tidak ada pusat pengunjung, dan biasanya tidak ada toilet, jadi bawalah air sendiri, pelindung dari matahari, serta sepatu yang bisa dipakai berjalan di tanah yang belum rata. Beberapa musim terakhir masuknya gratis. Apa yang kamu korbankan dalam kenyamanan, kamu dapatkan kembali dalam keleluasaan: ruang untuk berjalan, sunyi untuk didengarkan, dan rasa langka memiliki satu kota kuno untuk dirimu sendiri.

Untuk siapa tempat ini

Tripolis bukan tempat yang jadi berita utama, dan justru di situlah daya tariknya. Kalau bagimu hari yang menyenangkan berarti reruntuhan besar yang nyata, dengan waktu untuk menjelajah tanpa ada yang menyuruhmu bergegas, masukkan tempat ini ke dalam daftar. Sisipkan ke hari ketiga yang lebih santai di sekitar Denizli, saat teras-teras sudah kamu tinggalkan dan kamu siap menikmati sisi kawasan ini yang lebih sunyi.

Letak tempat-tempat ini

Jarak dihitung dari pintu masuk teras travertin. Ketuk penanda untuk membuka panduannya.

Semua tempat di peta ini

Tur dan wisata harian di Pamukkale

Tak perlu repot. Pilih tema di bawah untuk membandingkan tur berpemandu, naik balon, dan paket wisata harian, banyak dengan konfirmasi instan dan pembatalan gratis.

Berencana ke arah sini?Cara ke Pamukkale →

Pertanyaan umum

Apa itu Tripolis?

Tripolis adalah kota Romawi dan awal Bizantium di tepi utara Sungai Menderes (Meander), dekat kota Buldan sekarang. Reruntuhannya berada tepat di sebelah timur desa Yenicekent. Dulu sebuah kota dagang yang makmur, kini menjadi situs ekskavasi yang tenang dan masih aktif, dengan stadion, gedung dewan, beberapa gereja, serta pasar beratap yang terjaga sangat baik.

Berapa jarak Tripolis dari Pamukkale?

Sekitar 20 km ke arah barat laut, kira-kira 30 menit berkendara. Letaknya di sisi jalan Denizli menuju Buldan, sehingga mudah dijadikan singgahan pada hari yang kamu habiskan menuju kawasan anggur atau kota tenun Buldan.

Apakah Tripolis layak dikunjungi?

Kalau kamu senang menyusuri reruntuhan yang nyata tanpa keramaian, layak. Tidak ada antrean seperti di Pamukkale atau Hierapolis. Sering kali jalan berpilar dan teaternya bisa kamu nikmati nyaris sendirian. Tempat ini cocok untuk pelancong yang suka sejarah dengan ritme lambat dan tenang, ketimbang sekadar mengejar tempat-tempat terkenal.

Apakah ada tiket masuk, dan apa yang perlu dibawa?

Beberapa musim terakhir masuknya gratis, meski ini bisa berubah. Nyaris tidak ada fasilitas di lokasi, tidak ada kafe maupun toilet, jadi bawalah air, pelindung dari matahari, dan sepatu yang nyaman. Cahaya pagi hari atau sore menjelang senja paling ramah, baik untuk berjalan kaki maupun untuk foto.